Mari selami dunia bahasa Inggris yang dinamis! 25 contoh passive voice akan membuka mata terhadap kekuatan tersembunyi dalam struktur kalimat. Pernahkah terpikir bagaimana kata-kata dapat diatur sedemikian rupa sehingga makna berubah, fokus bergeser, dan pesan tersampaikan dengan cara yang berbeda? Inilah saatnya untuk menggali lebih dalam, memahami nuansa, dan menguasai seni mengubah kalimat aktif menjadi pasif.
Pembahasan ini akan mengungkap rahasia di balik perubahan kalimat aktif menjadi pasif, menyoroti manfaat, tantangan, dan teknik untuk menguasainya. Temukan bagaimana bentuk pasif dapat meningkatkan gaya penulisan, meningkatkan kejelasan, dan memperkaya kemampuan berbahasa. Bersiaplah untuk menjelajahi berbagai konteks, dari kegiatan sehari-hari hingga dunia bisnis dan penulisan ilmiah.
Menjelajahi 25 Contoh Penggunaan Bentuk Pasif dalam Berbagai Konteks: 25 Contoh Passive Voice
Source: alamy.com
Mari kita selami dunia passive voice, sebuah kekuatan tersembunyi dalam bahasa Inggris yang mampu mengubah cara kita menyampaikan informasi. Bentuk pasif bukan hanya tentang aturan tata bahasa; ini tentang bagaimana kita memilih fokus dalam kalimat, menciptakan nuansa, dan bahkan memengaruhi persepsi. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi 25 contoh penggunaan bentuk pasif yang beragam, dari aktivitas sehari-hari hingga laporan ilmiah yang rumit.
Mari kita mulai dengan energi. Jujur saja, kelebihan energi tak terbarukan itu ada, meskipun kita tahu dampaknya. Tapi, jangan khawatir, kita punya kekuatan untuk berubah! Sekarang, mari kita bicara tentang nilai. Memahami nilai yang terkandung dalam sila pertama pancasila adalah kunci untuk membangun bangsa yang kuat. Ingat, kita semua adalah makhluk sosial, dan memahami mengapa manusia disebut sebagai makhluk sosial adalah fondasi dari segalanya.
Akhirnya, mari kita hargai mereka yang berjasa. Kita perlu tahu tokoh yang memberi nama dasar negara pancasila adalah , karena mereka adalah inspirasi kita.
Bersiaplah untuk melihat bagaimana bentuk pasif dapat memperkaya gaya bahasa Anda dan membuka dimensi baru dalam komunikasi.
Perlu diingat, penggunaan passive voice yang tepat dapat membuat tulisan Anda lebih elegan, informatif, dan berwibawa. Mari kita mulai petualangan ini!
25 Contoh Penggunaan Bentuk Pasif dalam Berbagai Konteks
Mari kita telusuri 25 contoh kalimat pasif yang mencakup berbagai topik dan situasi, yang dirancang untuk memberikan gambaran lengkap tentang bagaimana bentuk pasif digunakan. Setiap contoh akan disertai dengan penjelasan singkat tentang bagaimana bentuk pasif mempengaruhi makna dan fokus kalimat. Ini akan membantu Anda memahami fleksibilitas dan kekuatan bentuk pasif dalam berbagai konteks.
- Kegiatan Sehari-hari: “The dishes are washed every evening.” (Piring dicuci setiap malam.) Fokus pada tindakan mencuci, bukan siapa yang melakukannya.
- Memasak: “The cake was baked by my grandmother.” (Kue itu dipanggang oleh nenekku.) Menekankan kue sebagai subjek utama.
- Pembersihan Rumah: “The floor is mopped every morning.” (Lantai dipel setiap pagi.) Menekankan tindakan membersihkan lantai.
- Pakaian: “The clothes were ironed yesterday.” (Pakaian disetrika kemarin.) Fokus pada pakaian yang disetrika.
- Komunikasi: “The email was sent this morning.” (Email dikirim pagi ini.) Menekankan pengiriman email.
- Sekolah: “The homework must be finished by Friday.” (Pekerjaan rumah harus selesai pada hari Jumat.) Menekankan penyelesaian pekerjaan rumah.
- Pekerjaan Kantor: “The report was completed last week.” (Laporan selesai minggu lalu.) Menekankan penyelesaian laporan.
- Berita: “The suspect was arrested last night.” (Tersangka ditangkap tadi malam.) Fokus pada tersangka yang ditangkap.
- Kriminalitas: “The bank was robbed at noon.” (Bank dirampok pada siang hari.) Menekankan perampokan bank.
- Olahraga: “The game was won by the home team.” (Pertandingan dimenangkan oleh tim tuan rumah.) Menekankan kemenangan tim tuan rumah.
- Seni: “The painting was created in 1920.” (Lukisan itu dibuat pada tahun 1920.) Menekankan pembuatan lukisan.
- Musik: “The song was written by John Lennon.” (Lagu itu ditulis oleh John Lennon.) Menekankan penulis lagu.
- Sains: “The experiment was conducted in the lab.” (Eksperimen dilakukan di laboratorium.) Menekankan pelaksanaan eksperimen.
- Teknologi: “The software is being updated.” (Perangkat lunak sedang diperbarui.) Menekankan pembaruan perangkat lunak.
- Lingkungan: “The forest is being protected.” (Hutan sedang dilindungi.) Menekankan perlindungan hutan.
- Ekonomi: “The market was analyzed.” (Pasar dianalisis.) Menekankan analisis pasar.
- Politik: “The law was passed yesterday.” (Undang-undang disahkan kemarin.) Menekankan pengesahan undang-undang.
- Sejarah: “The city was founded in 1800.” (Kota itu didirikan pada tahun 1800.) Menekankan pendirian kota.
- Perjalanan: “The tickets were booked online.” (Tiket dipesan secara online.) Menekankan pemesanan tiket.
- Kesehatan: “The patient was examined by the doctor.” (Pasien diperiksa oleh dokter.) Menekankan pemeriksaan pasien.
- Pendidikan: “The lesson was taught effectively.” (Pelajaran diajarkan secara efektif.) Menekankan pengajaran pelajaran.
- Makanan: “The food was served promptly.” (Makanan disajikan dengan cepat.) Menekankan penyajian makanan.
- Transportasi: “The car was repaired at the garage.” (Mobil diperbaiki di bengkel.) Menekankan perbaikan mobil.
- Media Sosial: “The post was liked by many users.” (Postingan disukai oleh banyak pengguna.) Menekankan jumlah suka pada postingan.
- Perencanaan: “The project will be finished next month.” (Proyek akan selesai bulan depan.) Menekankan penyelesaian proyek.
Penggunaan Bentuk Pasif dalam Dunia Bisnis
Penggunaan passive voice dalam dunia bisnis seringkali sangat efektif. Ini membantu menciptakan kesan profesionalisme, objektivitas, dan fokus pada tindakan atau hasil, bukan pada pelaku tindakan. Berikut adalah 5 contoh kalimat pasif yang sering digunakan dalam konteks bisnis, beserta penjelasan mengapa bentuk pasif dianggap efektif:
- “The proposal was approved by the board of directors.” (Proposal disetujui oleh dewan direksi.) Efektif karena menyoroti persetujuan proposal, yang merupakan hasil penting, tanpa perlu menyebutkan siapa yang menyetujuinya secara spesifik.
- “The contract will be reviewed by the legal team.” (Kontrak akan ditinjau oleh tim hukum.) Menekankan tinjauan kontrak sebagai langkah penting, tanpa perlu menyebutkan secara spesifik siapa yang akan meninjaunya.
- “The products are manufactured to the highest standards.” (Produk diproduksi sesuai standar tertinggi.) Menekankan kualitas produk, bukan bagaimana atau oleh siapa produk itu dibuat.
- “The budget was exceeded this quarter.” (Anggaran terlampaui kuartal ini.) Menekankan hasil negatif (terlampauinya anggaran) tanpa menyalahkan secara langsung.
- “The meeting was rescheduled due to unforeseen circumstances.” (Rapat dijadwal ulang karena keadaan yang tidak terduga.) Menekankan penjadwalan ulang, yang merupakan informasi penting, tanpa perlu menyebutkan siapa yang menjadwalkan ulang.
Variasi Tenses dalam Kalimat Pasif
Bentuk pasif dapat digunakan dalam berbagai tenses untuk menyampaikan nuansa waktu yang berbeda. Perubahan tenses memengaruhi makna kalimat secara signifikan, memberikan informasi tentang kapan suatu tindakan terjadi atau akan terjadi. Berikut adalah contoh kalimat pasif dengan variasi tenses:
- Simple Present: “The report is written every year.” (Laporan ditulis setiap tahun.) Menunjukkan kebiasaan atau fakta.
- Simple Past: “The letter was sent yesterday.” (Surat dikirim kemarin.) Menunjukkan tindakan yang selesai di masa lalu.
- Simple Future: “The decision will be made tomorrow.” (Keputusan akan dibuat besok.) Menunjukkan tindakan yang akan terjadi di masa depan.
- Present Continuous: “The building is being constructed now.” (Gedung sedang dibangun sekarang.) Menunjukkan tindakan yang sedang berlangsung.
- Past Continuous: “The dinner was being cooked when the guests arrived.” (Makan malam sedang dimasak ketika para tamu tiba.) Menunjukkan tindakan yang sedang berlangsung di masa lalu ketika tindakan lain terjadi.
- Present Perfect: “The project has been completed.” (Proyek telah selesai.) Menunjukkan tindakan yang selesai di masa lalu tetapi relevan dengan saat ini.
- Past Perfect: “The work had been finished before the deadline.” (Pekerjaan telah selesai sebelum tenggat waktu.) Menunjukkan tindakan yang selesai sebelum tindakan lain di masa lalu.
- Future Perfect: “The report will have been submitted by Friday.” (Laporan akan telah diserahkan pada hari Jumat.) Menunjukkan tindakan yang akan selesai sebelum waktu tertentu di masa depan.
Kutipan Menarik dengan Bentuk Pasif
“History is written by the victors.” (Sejarah ditulis oleh para pemenang.) Kalimat ini menekankan bagaimana sudut pandang pemenang mendominasi penulisan sejarah, tanpa menyebutkan secara spesifik siapa yang menulisnya. Efeknya adalah menciptakan refleksi tentang bias dalam sejarah.
“Mistakes were made.” (Kesalahan dibuat.) Ungkapan ini, sering digunakan dalam konteks politik atau bisnis, menghindari tanggung jawab langsung dengan fokus pada kesalahan itu sendiri. Efeknya adalah menciptakan jarak antara pelaku dan tindakan, memungkinkan penekanan pada hasil tanpa menyalahkan.
Mari kita mulai dengan merenungkan, bahwa kelebihan energi tak terbarukan memang ada, namun kita tak boleh terlena. Ingatlah, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam sila pertama Pancasila, yang mana nilai yang terkandung dalam sila pertama pancasila adalah fondasi utama kita. Kita, sebagai manusia, adalah makhluk sosial, dan itulah mengapa manusia disebut sebagai makhluk sosial , yang saling membutuhkan.
Ingatlah pula, bahwa tokoh yang memberi nama dasar negara pancasila adalah , dan mari kita terus berjuang untuk masa depan yang lebih baik.
“Change is inevitable.” (Perubahan tidak dapat dihindari.) Kalimat ini, meskipun sederhana, menyampaikan pesan kuat tentang keniscayaan perubahan. Bentuk pasifnya menghilangkan pelaku perubahan, memfokuskan pada konsep perubahan itu sendiri. Efeknya adalah memberikan kesan universalitas dan kepastian.
Membedah Manfaat dan Tantangan Penggunaan Bentuk Pasif yang Sering Terlupakan
Source: dreamstime.com
Dalam dunia bahasa, bentuk pasif seringkali dianggap sebagai pilihan kedua, bahkan kadang dihindari. Namun, di balik kesan “kurang aktif” tersebut, tersembunyi kekuatan luar biasa yang mampu mengubah cara kita berkomunikasi dan memahami informasi. Mari kita selami lebih dalam untuk mengungkap manfaat tersembunyi dan tantangan yang perlu dihadapi saat menggunakan bentuk pasif.
Bentuk pasif, dengan kemampuannya mengubah fokus kalimat, menawarkan fleksibilitas yang tak ternilai dalam berbagai situasi. Penggunaan yang tepat dapat meningkatkan kejelasan, formalitas, dan bahkan membantu menyampaikan pesan yang sensitif dengan lebih hati-hati. Memahami seluk-beluknya akan membuka pintu bagi kita untuk menjadi komunikator yang lebih efektif dan cerdas.
Manfaat Utama Penggunaan Bentuk Pasif, 25 contoh passive voice
Bentuk pasif memiliki kekuatan untuk mengubah cara kita melihat informasi. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya, yang seringkali luput dari perhatian:
- Menyembunyikan Pelaku Tindakan: Salah satu manfaat paling signifikan adalah kemampuan untuk menyembunyikan pelaku tindakan. Ini sangat berguna ketika pelaku tidak diketahui, tidak relevan, atau ketika kita ingin menghindari penunjukan jari langsung. Contohnya, dalam laporan polisi: “Mobil itu dicuri” terdengar lebih netral daripada “Seseorang mencuri mobil itu,” yang mengarah pada penyelidikan langsung terhadap pelaku yang belum tentu diketahui.
- Menekankan Objek Tindakan: Bentuk pasif memungkinkan kita untuk memfokuskan perhatian pada objek tindakan, bukan pada pelaku. Dalam berita, “Ratusan rumah hancur akibat gempa bumi” lebih menyoroti dampak gempa bumi daripada siapa yang bertanggung jawab atas kehancuran tersebut. Hal ini sangat penting dalam konteks di mana dampaknya lebih penting daripada penyebabnya.
- Menciptakan Kesan Formalitas dan Objektivitas: Dalam penulisan formal, seperti laporan ilmiah atau dokumen hukum, bentuk pasif membantu menciptakan kesan objektivitas dan profesionalisme. “Penelitian dilakukan dengan metode ganda-blind” terdengar lebih ilmiah daripada “Kami melakukan penelitian dengan metode ganda-blind.” Penggunaan pasif mengurangi subjektivitas dan membuat pernyataan terdengar lebih faktual.
- Fleksibilitas dalam Berbagai Jenis Penulisan: Manfaat ini dapat diterapkan secara efektif dalam berbagai jenis penulisan. Dalam penulisan berita, pasif digunakan untuk melaporkan peristiwa tanpa bias. Dalam penulisan ilmiah, pasif membantu menjaga fokus pada proses dan hasil penelitian. Dalam penulisan kreatif, pasif dapat digunakan untuk menciptakan suasana misteri atau ketegangan.
Tantangan Utama Penggunaan Bentuk Pasif
Meskipun menawarkan banyak manfaat, penggunaan bentuk pasif juga memiliki tantangan yang perlu diatasi. Berikut adalah beberapa di antaranya:
- Kebingungan dan Kesulitan Memahami Kalimat: Kalimat pasif, terutama yang kompleks, dapat membingungkan bagi pembaca. Contoh: “Setelah dipertimbangkan dengan cermat oleh komite, keputusan tersebut akhirnya diambil.” Pembaca mungkin perlu beberapa saat untuk memahami siapa yang melakukan tindakan tersebut.
- Potensi Terlalu Panjang dan Bertele-tele: Penggunaan pasif yang berlebihan dapat membuat kalimat menjadi panjang dan bertele-tele, mengurangi kejelasan dan efisiensi komunikasi.
- Kurangnya Kejelasan Pelaku: Terkadang, menghilangkan pelaku tindakan dapat menyebabkan kebingungan tentang siapa yang bertanggung jawab. Ini bisa menjadi masalah dalam konteks di mana akuntabilitas penting.
- Kesulitan dalam Menentukan Waktu Tindakan: Dalam beberapa kasus, sulit untuk menentukan kapan tindakan tersebut terjadi jika pelaku tidak disebutkan dan informasi waktu tidak jelas.
Untuk mengatasi tantangan ini, pertimbangkan saran berikut: gunakan bentuk pasif secara bijaksana, pilih kalimat pasif yang paling ringkas dan jelas, dan selalu pertimbangkan konteks dan audiens Anda. Jika pelaku tindakan penting, jangan ragu untuk menyertakannya.
Penggunaan Bentuk Pasif untuk Menghindari Tuduhan dan Menyembunyikan Informasi Sensitif
Bentuk pasif dapat digunakan untuk menghindari tuduhan atau menyembunyikan informasi sensitif, namun hal ini menimbulkan implikasi etis yang perlu dipertimbangkan dengan cermat. Contohnya, dalam sebuah laporan perusahaan: “Kesalahan telah dibuat” terdengar lebih netral daripada “Manajer X membuat kesalahan.” Ini menghindari penunjukan langsung dan mungkin melindungi reputasi individu atau perusahaan.
Implikasi etisnya adalah penggunaan pasif dapat digunakan untuk menutupi kesalahan, menyembunyikan kebenaran, dan menghindari tanggung jawab. Hal ini dapat merugikan transparansi dan akuntabilitas. Oleh karena itu, penggunaan pasif dalam konteks ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati, dengan mempertimbangkan dampak potensial pada kepercayaan dan integritas.
Ilustrasi Perbandingan Penggunaan Bentuk Aktif dan Pasif
Mari kita bandingkan penggunaan bentuk aktif dan pasif dalam konteks laporan keuangan:
Bentuk Aktif: “Perusahaan mengalami kerugian sebesar $1 juta pada kuartal ketiga.”
Bentuk Pasif: “Kerugian sebesar $1 juta dialami pada kuartal ketiga.”
Perbedaan penekanan: Bentuk aktif menyoroti perusahaan sebagai pelaku tindakan, sementara bentuk pasif menyoroti kerugian sebagai fokus utama. Dampak pada pembaca: Bentuk aktif mungkin menimbulkan pertanyaan tentang penyebab kerugian dan tanggung jawab perusahaan. Bentuk pasif, di sisi lain, lebih fokus pada dampak finansial, yang mungkin lebih penting dalam konteks laporan keuangan.
Dalam contoh ini, bentuk pasif mungkin lebih sesuai karena fokus utamanya adalah pada hasil keuangan, bukan pada siapa yang menyebabkan kerugian tersebut. Namun, dalam konteks lain, bentuk aktif mungkin lebih tepat untuk memberikan informasi yang lebih lengkap dan akuntabel.
Menguasai Teknik Mengidentifikasi dan Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif dengan Mudah
Source: shutterstock.com
Kemampuan menguasai passive voice membuka pintu ke dunia komunikasi yang lebih kaya dan nuansa. Bukan hanya tentang memenuhi tuntutan tata bahasa, tetapi juga tentang menyampaikan pesan dengan presisi dan efektivitas. Memahami seluk-beluk passive voice memungkinkan Anda mengontrol fokus kalimat, memperjelas siapa atau apa yang melakukan tindakan, dan menciptakan gaya penulisan yang lebih beragam. Mari kita selami teknik-teknik praktis yang akan mengubah cara Anda berinteraksi dengan bahasa, menjadikan Anda lebih percaya diri dalam mengekspresikan ide dan gagasan.
Mengidentifikasi Kalimat Pasif dalam Teks
Mengenali kalimat pasif adalah langkah awal yang krusial. Ini bukan sekadar tentang melihat kata-kata, tetapi tentang memahami struktur dan makna di balik kata-kata tersebut. Beberapa tanda kunci akan membantu Anda mengidentifikasi kalimat pasif dengan mudah.
- Kehadiran Kata Kerja Bantu: Kalimat pasif selalu menggunakan kata kerja bantu ( auxiliary verbs) seperti “be” (am, is, are, was, were, being, been) atau “get” yang diikuti oleh bentuk past participle (kata kerja bentuk ketiga). Contoh: “The letter was written by him.”
- Perubahan Urutan Kata: Dalam kalimat pasif, subjek dari kalimat aktif (pelaku tindakan) sering kali ditempatkan di akhir kalimat, setelah preposisi “by.” Objek dari kalimat aktif (penerima tindakan) menjadi subjek dalam kalimat pasif. Contoh: “He wrote the letter” (aktif) menjadi “The letter was written by him” (pasif).
- Fokus pada Penerima Tindakan: Kalimat pasif menempatkan fokus pada objek yang menerima tindakan, bukan pada pelaku tindakan. Ini adalah perbedaan utama yang membedakan kalimat pasif dari kalimat aktif. Contoh: “The building was destroyed” (fokus pada bangunan) dibandingkan “The enemy destroyed the building” (fokus pada musuh).
- Absennya Pelaku Tindakan: Terkadang, pelaku tindakan tidak disebutkan dalam kalimat pasif, terutama jika tidak penting atau tidak diketahui. Contoh: “The cake was eaten.” (siapa yang memakan kue tidak disebutkan).
Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif: Panduan Langkah Demi Langkah
Mengubah kalimat aktif menjadi pasif mungkin terdengar rumit pada awalnya, tetapi dengan panduan yang tepat, proses ini bisa menjadi sangat mudah. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda ikuti:
- Identifikasi Subjek, Kata Kerja, dan Objek: Temukan siapa yang melakukan tindakan (subjek), apa tindakannya (kata kerja), dan siapa atau apa yang menerima tindakan (objek). Contoh: “The chef prepares the meal.” (chef = subjek, prepares = kata kerja, the meal = objek).
- Pindahkan Objek ke Posisi Subjek: Objek dari kalimat aktif menjadi subjek dalam kalimat pasif. Dalam contoh di atas, “the meal” akan menjadi subjek kalimat pasif.
- Gunakan Kata Kerja Bantu yang Sesuai: Tambahkan kata kerja bantu yang sesuai dengan tenses kalimat aktif. Misalnya, jika kalimat aktif dalam simple present tense, gunakan “is,” “am,” atau “are.” Jika dalam simple past tense, gunakan “was” atau “were.” Dalam contoh kita, “is” akan digunakan.
- Ubah Kata Kerja Utama Menjadi Past Participle: Ubah kata kerja utama (prepare) menjadi bentuk past participle (prepared).
- Tambahkan Preposisi “By” (Opsional): Jika Anda ingin menyebutkan pelaku tindakan, tambahkan preposisi “by” diikuti oleh subjek dari kalimat aktif. Contoh: “The meal is prepared by the chef.”
Contoh:
- Aktif: The dog chased the cat.
- Pasif: The cat was chased by the dog.
- Aktif: She reads books.
- Pasif: Books are read by her.
Rumus Sederhana untuk Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif
Berikut adalah rumus sederhana yang dapat membantu Anda mengingat prosesnya:
Objek (dari kalimat aktif) + Be (bentuk yang sesuai) + Past Participle (kata kerja) + (by + Subjek (dari kalimat aktif))
Daftar Periksa (Checklist) untuk Kalimat Pasif
Gunakan daftar periksa ini untuk memastikan bahwa kalimat pasif Anda sudah benar:
- Apakah kata kerja bantu (be/get) telah digunakan?
- Apakah kata kerja utama dalam bentuk past participle?
- Apakah objek dari kalimat aktif telah dipindahkan ke posisi subjek?
- Apakah preposisi “by” digunakan dengan benar (jika pelaku tindakan disebutkan)?
- Apakah kalimat memiliki makna yang jelas dan mudah dipahami?
Penutupan
Source: pngplay.com
Perjalanan melalui 25 contoh passive voice telah membuka wawasan baru tentang kekuatan bahasa. Bentuk pasif bukan hanya alat tata bahasa; itu adalah kunci untuk membuka berbagai kemungkinan dalam menyampaikan pesan. Ingatlah, penggunaan yang tepat dapat memperkaya tulisan, meningkatkan kejelasan, dan memungkinkan untuk mengkomunikasikan ide dengan lebih efektif. Teruslah berlatih, eksplorasi, dan jangan ragu untuk bereksperimen dengan bentuk pasif. Selamat berkarya!